Kamis, 07 Oktober 2010

ada hiu makan orang, ada pula orang makan hiu

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya mencoba satu jenis kuliner yang sebenarnya tidak baru tetapi saya baru tertarik untuk mencobanya belakangan ini. Bermula dari osti yang pengen banget nyobain hiu karena rasa penasarannya dan karena dia nonton liputan kuliner di hiu. Hmmm,, makanan itu adalah hiu, yuupp, ikan hiu!

Akhirnya siang itu kami memutuskan untuk makan siang dengan menu ikan hiu. Bermodal ingatan pernah ngeliat warung hiu di gajah mada, kami pun meluncur ke jalan gajah mada tapi warungnya sudah tidak ada. Puter sana-sini akhirnya ketemu juga tuh tempat yang jual hiu. Lokasinya di pujasera di pusat kota Semarang, nama pujaseranya Manggala.

Siang-siang, panas-panas, kami pesan dua jenis masakan hiu, tongseng dan bakar ditambah ca kangkung, nasi putih, sambel dan tentu saja es teh. Hmm,, perlahan tapi pasti rasanya mulai kerasa di lidah. Rasanya memang beda dari ikan-ikan yang pernah saya makan. Dagingnya lembut, dan agak menggigit di lidah. Saya lebih suka rasa hiu yang ditongseng, bumbunya mampu menambah enaknya daging si hiu.

Enak, enak tapi porsinya kecil dan harganya cukup mahal untuk kantong anak kuliahan seperti saya. Lain kali emang harus dicoba menu hiu di warung lain. Tapi jenis makanan ini memang oke punya untuk jadi menu makan siang atau makan malam yang spesial.

Yahh,, itu dia, ada hiu makan orang, ada pula orang makan hiu.
Selamat mencoba!

Rabu, 15 September 2010

Nikmatnya makan siang dengan nasi gandul...

Masih dalam suasana pasca lebaran ini, setelah nyekar di Pati kami sekeluarga muter2 di kota Pati.
Jujur, ga ada yg menarik dari kota ini ;p
Tapi, masih ada satu rahasia kota Pati yaitu kulinernya, yakni Nasi Gandul.
Sip, langsung aja kita nyari nasi gandul.

Perlu kita ketahui bahwa nasi gandul merupakan nasi berkuah santan dengan lauk potongan daging sapi/kerbau.
Menu nasi Gandul ini lezat untuk menu makan siang, so kalau ke Pati jangan kepagian, warungnya belum pada buka.
Di Pati, ada desa tempat lahirnya nasi gandul, yaitu desa Gajahmati.
Di desa ini banyak sekali yang jual nasi gandul.
Tempatnya g susah kok dicari.
Pertama, kita menuju ke Alun2.
Habis itu, kita masuk ke Jalan Pahlawan, terus aja ke arah Rembang.
Tidak  lama setelah kita masuk ke jalan itu, ada pertigaan, ambil kanan menuju ke arah terminal.
Kalo udah sampai terminal, tanya aja ke arah pom bensin terdekat, letaknya di belakang terminal.
Nah, di sebelah pombensin, ada pusat jajanan nasi gandul, yang terdiri dari beberapa kios penjual nasi gandul.

Saya sarankan, di situ ke kiosnya pak Laspin.
Pak Laspin sudah terkenal dan pernah masuk Suara Merdeka, karena dia sudah buka cabang banyak banget.
Nah, langsung aja kita duduk dan pesen.
Kalau di sini, penjualnya langsung ngasi satu porsinasi+kuah+lemak daging.
Lho, kok ga da lauknya?
Tenang aja, lauknya ambil sendiri di depan kita.
Ada tempe, perkedel, telur, jeroan, dan kikil.
Ntar tinggal bilang, trus lauknya ntar dipotong2 ke dalam piring.
Satu porsi nasi gandul kurang lebih 4ribu, ditambah kami pesen kikil yang ukurannya cukup besar, cukup untuk 4 orang, harganya 25ribu per kikil.

Wuah, seger banget nasi gandul siang2, khas Pati, di Pati pula.
Hmmm..wuenak tenann..
Jayalah Kuliner Indonesia..!!

Bagi yang butuh resepnya:
 http://www.effiharyanti.com/resep-nasi-gandul-dari-pati/




Senin, 13 September 2010

Nyekar di makam Puri, Pati

Masih dalam suasana lebaran ini, tak akan pernah terlupa hangatnya tali silaturahim, nikmatnya ketupat+opor, dan segenap rangkaiannya.
Sebelum terlupa dan mumpung ada kesempatan, sedikit akan bercerita tentang agenda lebaran tahun ini.
Pada hari H lebaran, setelah acara makan2, tiba2 sebeh bilang, kepengen nyekar (ziarah kubur) ke makam eyang yang ada di Pati.
Menurut beliau, di Pati terdapat makam sodara2nya sebeh dari keturunan ibunya.
Jadi dalam satu makam itu ada beberapa kuburan kerabat kami, seperti omnya sebehku, trus kakek-neneknya dari garis ibunya sebeh..(rumit banget njelasinnya).
Wes, pokoknya gitulah.

Tidak lama setelah Lebaran, tepatnya H+3, kami sekeluarga berangkat ke kota Pati.
Sempat terpikir jalanan bakal macet, tapi alhamdulillah jalanan lancar.
Setelah 2,5 jam perjalanan, sampailah kita di kota Pati.
Begitu masuk kota, langsung menuju ke pemakaman Puri Mardi Utomo.
Letaknya tidak jauh dari pusat kota Pati.

Setelah sampai di sana, kondisinya tidak seramai di kuburan bergota, Semarang.
Di depan makam, kita akan disambut gerbang yang besar warnanya ijo, yang bentuknya kaya gerbang keraton.
Di atas gerbang itu ada tulisan yg ditorehkan di atas marmer yang bunyinya: "POERI MARDI OETOMO, JUNI 1929."
Wah, makamnya udah berdiri sejak lama.
Pemakaman ini suasananya sepi, karena yg dikuburkan di sini bukan sembarang orang.
Komplek pemakaman ini berisi jenazah para pembesar2 Pati jaman dulu, seperti keluarga residen, keluarga bupati, keluarga wedana, dll.

Bukan pertama kali ini aku ke makam ini.
16 tahun yang lalu pas masih SD, aku inget pernah ke sini.
Nganterin pemakamannya eyang Pratikno, omnya sebehku.
Tapi, yang dimakamkan bukan jenazahnya, tapi abunya, iya abu bekas pembakaran jenazah almarhum.
Jadi, dulu eyang Pratikno berwasiat kalau dia meninggal, supaya dimakamkan di Pati, dan supaya tidak repot, jenazahnya minta dibakar saja.
Nah, jadi makam tujuan keluarga kami itu hanya berisi abu.
Di sebelah makam eyang Pratikno, terdapat makam pendahulu2 beliau sebanyak 4 makam, yang bernaung di bawah satu atap.
Angka tahunnya tua2, ada yang meninggal tahun 1945, kata sebehku meninggal karena berjuang, namun tidak pernah dicatat sebagai pahlawan.
Nah, yang lebih unik lagi, dalam satu-atap makam2 itu, ada ubin marmer yang diukir kalimat berbahasa Jawa.
Tulisannya udah g begitu jelas: "bla..bla...bla..Nunggal Kamuksan".
Yang artinya kurang lebih: "Para pendahulu jenazah2 ini meninggal dengan cara muksa".
Muksa adalah cara meninggal orang2 sakti jaman dulu, yakni dengan menghilang dengan jasadnya sekaligus untuk menyatu dengan alam, menuju akhirat.
Hiiy...keluarga yg aneh..

Yups, sudah dari makam eyang Prat, yang kebetulan letaknya tidak jauh dari gerbang, sebeh mengajak kami untuk masuk lebih ke dalam.
Ternyata dia pengen mencari makam eyang buyutnya.
Setelah beberapa lama, makam kuno itu ketemu.
Sebenarnya patokannya mudah, yakni pohon randu, tapi pohonnya udah tinggal separo, jadi agak susah nyarinya.
Makam kuno itu emang bener2 kuno, karena keliatannya terbuat dari batu candi dan udah setengah berantakan.
Ada 4 makam berjajaran, dan setelah ditanyakan ke juru kunci, makam itu adalah makam Residen Pati, nenek moyangku.ckckck..ajib bener.


Nah itu tadi, wisata ke makam yg aku golongkan ke wisata religi.
Jasmerah..Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.
Sebagai manusia nusantara, kita harus tahu silsilah keluarga kita, para pendahulu kita.
Supaya kita dapat menghargai para almarhum, menghargai diri sendiri, dan menghadiri kehidupan..

Salam....

Jumat, 23 Juli 2010

Hangatnya soto kudus, asli dari Kudus.. (seri Jalan2 ke Jatim)

Akhirnya hari H tiba.
25 Juni 2010, hari Jumat.
Pagi2 berangkat dari rumah jam 6.30 menuju Surabaya.
Naiknya Daihatsu Taruna diisi full: aku, rendix, sebeh, semeh, eyang, om Ndut, dan Atha.
Waaaww.., 1 mobil diisi penuh 6 1/2 orang, plus barang2..
(coba bayangya...)
Plus yang tambah bikin kaget adalah adanya pengumuman kalau tidak ada sarapan sebelum sampai Kudus.
Anjriitt..

Perlu diketahui bahwa kita ambil jalur pantura, yaitu lewat Terboyo-Demak-dst.
Padahal yo kalau dipikir2, rumahku itu udah perbatasan Semarang-Mranggen, tapi jalannya lebih enak lewat pantura.

Yawes, kembali ke masalah sarapan.
Aku ini orangnya paling sebel kalau perjalanan tanpa sarapan dulu, soalnya bisa mual buanget, bisa muntah.
Tapi tenang, bekal pizza-mie yang dibuat semalam cukup bisa mengganjal..

Perjalanan pagi itu cukup sepi, dan juga jalannya bagus.
Dan setelah kira2 1,5 jam perjalanan, sampailah kita di Kota Kudus, kota setelah Demak dalam perjalanan ini.
Ternyata ada alasan kita menunda saarapan, yaitu mau makan Soto Kudus, asli di Kudus.

Jadi kalau ke Kudus, ada sentra masakan khas Kudus, yaitu di Taman Bojana, di dekat alun2, sebelahnya mall gede (ga usah kuatir, semua orang situ juga tau kok).
Nah, pas aku ke situ, mampir di gerainya (ciee..gerai..) pak H. Sulichan, tempatnya begitu masuk, belok kanan, masih termasuk bagian depan.
Di sana bentuknya khas banget, ada pikulannya segala.

Nah, kalau di tempat ini, yang namanya jualan soto Kudus pasti juga jualan nasi pindang khas Kudus.
Tapi menu pertamaku tetep soto dulu, biar seger.
Jadi, pertama kali ditawarin kita mau pake daging apa, ayam atau kebo, dan aku milih kebo.
Btw, daging ayam sama daging kebo sama enaknya kok.
Soto Kudus ini beda banget sama soto kebanyakan di Semarang, tapi apa bedanya aku g bisa jelasin, soalnya saking semangatnya makan, sampe lupa diri (maklum, belum sarapan).
Lebih jelasnya liat aja gambar..

Habis semangkok soto, jadi penasaran pengen nyicipin nasi pindang.
Y wes, pesen aja nasi pindang.
Liat tampilannya dan mencicipi citarasanya secara sekilas, kita dapat berkesimpulan cepat bahwa sajian ini adalah persilangan antara rawon dan soto.
Tapi, sesungguhnya, nasi pindang adalah sajian yang sangat unik.
Bedanya kuah nasi pindang memakai santan, sedangkan rawon tidak.
Dan pindang punya kekhasan dengan memakai daun melinjo.
Nah, kalau makan nasi pindang, biasanya lebih enak kalau dicampur jerohan.
Selain jeroan, ada beberapa lauk lain yang disajikan di meja.
Ada brutu, sayap, sate, tempe-tahu-perkedel, krupuk rambak, dan yang paling mahal adalah otak goreng.
Pokoke mak nyuss..lah.
Kalau ke Kudus, saya rekomendasikan untuk mampir ke sini.

Habis acara sarapan (yang terlambat) selesai, lanjut perjalanan menuju Pati dan terus sampai Surabaya.
Sekian dulu.
Dan bagi yang pengen resep makanan di atas, silakan klik aja:

Soto Kudus: http://www.melroseflowers.com/mkic/resep/kuah/soto_kudus.html
Nasi Pindang: http://cuek.wordpress.com/2008/04/17/pindang-kudus/

Masnya nampang..hehe..

Kamis, 22 Juli 2010

Jalan2 ke JATIM

test..
Ehm...
Kemarin habis nonton film Inception.
Di salah 1 adegannya ditanyakan: "kamu inget, awal mulanya kamu bisa sampai ada di sini?'.
Nah, dari situ aku langsung keinget, kalo udah lama ga ngeblog lagi (nyambung g sih?).
Lha ini mumpung inget, ternyata selama waktu ini, banyak banget rekaman jalan2 yang belum aku post ke blog.
Keburu lupa, makanya pengen aku tulis.

Kai ini, aku mau posting tentang jalan2ku bareng keluarga ke Jawa Timur.
Jawa Timur, belum pernah kita sekeluarga jalan2 ke sana.
Terakhir 4 tahun lalu pas nganter sodara kawinan.
Itupun aku pas g ikut, dan rombonganmya nyewa bis, dan g sempat mampir kemana2.
Maka dari itu, perjalanan ini harus direncanakan dengan matang.

Tanggal 25-27 Juni 2010...!!!
Tegas, jelas, dan wagu, begitulah tanggal yang ditetapkan oleh sebeh.
Kenapa jelas? Karena tanggal itu pas liburran sekolah, seminggu setelah anak sekolah pada rapotan.
Kenapa wagu? Karena pas liburan sekolah, biasanya rame dan padat sekali di tempat2 wisata, terutama tanggal tersebut adalah weekend.
Terus, habis itu kita tentukan target tujuan perjalanan.
Standar Jalan2 ke Jawa Timur, biasanya daerah wisata yang dituju adalah Surabaya, gunung Bromo, dan Malang.
Ya wes, akhirnya kita ke situ aja.
Habis itu supaya kita enak di tak sarankan, kita harus siap semua informasi.
Rute, tujuan wisata, jarak tempuh, hotel, sampai kulinernya sekalian harus kita cari.
Siapkan semuanya dan...berangkat...

 
Oke, lanjut ke postingan selanjutnya ya..
caw.. 

Rabu, 16 Juni 2010

Pantai Teluk Penyu



Libur natal tahun 2009 keluarga saya memutuskan untuk plesiran ke Pangandaran.
Berhubung sebeh dinasnya di purwokerto, jadi kami naik bertiga (aku, semeh, adik) naik travel berangkat dari semarang ke purwokerto.
Sampai di sana pagi2, trus transit di rumah dinas.
Habis mandi n beres2, semua berangkat naik mobil dinas menuju pangandaran, lewat cilacap.


Di perjalanan, kami memutuskan untuk mampir di pantai teluk penyu.
Kata sebeh, ada restoran seafood yang enak di pinggir pantai, jadi kami tertarik untuk mampir di sana.
Perjalanan dari masuk kota sampai pantai cukup singkat.
Ke pantai juga gampang, tinggal liat papan tanda, atau tanya ke semua orang lewat juga tau.


Kawasan Pantai Teluk penyu Terletak di Kecamatan Cilacap Selatan dengan jarak 2 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.

Kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan) dengan panorama gelombang laut yang cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional yang berlalu lalang di sepanjang pantai Teluk Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai.


Berbagai makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang pantai dan dengan mudah dapat dijumpai dan selalu dekat dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari hingga tengah malam.


Setelah masuk gerbang pantai (bayar 2 ribuan), langsung bisa liat pantai.
Habis masuk, mobil menyusuri pantai ke arah Barat.
Di sepanjang pantai itu, berjajar buanyak buanget restoran sea food.
Kami memilih langganan sebeh yang paling ujung.
Kalau ga salah namanya restorang Sari Laut, ciri2nya ada aquarium yg isinya ikan2 laut.
Resto ini cukup terkenal, karena sering pergantian pejabat instansi2 lokal, dirayakan di sini.


Resto Sari Laut yang terkenal adalah kepiting, tapi berhub yg doyan cuma aku, jadinya g jadi pesen.
Saat itu kami pesen ikan bakar, kerang, udang, dan cumi.
Ga mahal kok, paling per porsinya 20 ribuan.
Trus ikan2nya masih pada seger..
Wuahh...
uennaakk buangett...






Dari jendela resto itu, kita bisa langsung liat pantai dan merasakan anginnya.
Jadi habis makan, aku putuskan untuk nyemplung ke pantai.
Pantai ini cukup sepi, jadinya g banyak orang.
Selain itu, pas kita dateng ke pantai, pas g musim nyari ikan.
Jadi, banyak perahu2 bersandar di pantai.



Huff..
Akhirnya habis sholat zuhur, kami meninggalkan TKP, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran.
Tak pikir2, harusnya waktu itu kalau dari pantai teluk penyu, kan lebih deket kalau naik perahu ke pangandaran ya..
:)

Selasa, 15 Juni 2010

INTRODUKSI

Akhirnya, setelah sekian lama saya tidak nge-blog, saya putuskan untuk nge-blog lagi.
Seperti kita tahu, blog saya sebelumnya adalah fardhani88.blogspot.com.
Kalau kita search di google, g bakal ktemu lagi, soalnya udah kuhapus.
Kekurangan dari blog saya terdahulu adalah tidak adanya kejelasan fokus dari konten.
Terkadang pengen nulis artikel, kadang pengen nulis puisi, kadang2 pengen nulis tentang dokumentasi hidup.

Yah, itulah tadi akhir dari blog lama saya.

Sekarang saya ingin menulis tentang Tempat2 indah di dunia ini, khususnya Indonesia.
Memang saya buat seperti itu supaya lebih ringan, dan lebih jauh lagi bisa memberi banyak pengetahuan untuk para adventurer, traveller, maupun backpacker..

Ok, tunggu postingan selanjutnya.
Thanx before..