Rabu, 29 Juni 2011

Mbelah Durian di Mangga Besar


Malam minggu habis gajian bulan Juni.
Berjalan-jalanlah saya ke Jakarta bersama Osti.
Dan seperti yang sudah direncanakan, kita wajib makan durian di JalanMangga Besar.

Dari Cikini kita naek Taxi ke mangga besar lewat jalan gajah mada.
Di daerah ini, selain banyak pramunikmat, juga banyak makanan yang nikmat, salah satunya adalah durian.
Nah, kita berhenti di warung pertama yang kita lihat, yaitu warung Bukit Durian punya koh Jan Kie.
Di warung ini pengunjungnya rame, karena duriannya macam2.
Ada durian Sumatra, Bangkok, dan Monthong.
Kalo durian monthing buahnnya gede dan harganya seratusan ke atas (sudah ada labelnya).
Nah, kita milih durian Sumatra yang besar.
Harganya 40 ribu, tapi kalau beli 3 harganya sratus ribu saja.

Hmm....rasane enak banget..
Jadi durian sumatera itu dagingnya tebal dan kalo digigit bisa mengelupas semuaa dari bijinya, g seperti durian Semarang yang lengket.
Pokoke enak banget lah.
Dan di warung ini sedia jasa unntuk take home dengan dkupasin dan dibungkus wadah styrofoam.
Suasananya juga enak, diwarung tenda yg terbuka gitu.
Sayang, saya dan osti sebelum ke sini sudah makan dulu, jadinya cuma bisa makan satu durian.
Dan buat yang habis jalan-jalan, tenang aja. Tiap weekend, warung di sini buka sampai dini hari kok..

Yup..
hanya ilustrasi :)
Kapan-kapan ke sini lagi..
Ahoyy...

TIM melawan Sinetron


ONE NATION UNDER SINETRON.
Begitulah kira2 yang tertulis di tembok belakang taman Ismail Marzuki.
Masih dalam acara di TIM, saya sempatkan jalan-jalan ke halaman belakang.
Eh, malah nemu grafiti kaya gituan.
udah gitu banyak lagi..
Nampaknya para aktivis TIM sedang berorasi lewat media visual untuk melawan arus sinetron.
Memang sih, Sinetron di Indonesia sekarang sedang menggila, tiddak heran kalau hal ini menimbulkan keresahan pada beberapa kalangan di tanah air.

Menurut wikipedia, Sinema elektronik atau lebih populer dalam akronim sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan olehstasiun televisi. Dalam bahasa Inggrissinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela.
Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh-tokoh yang memiliki karakter masing-masing. Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih, tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh penulis skenario.
 Hingga kini, sinetron Indonesia terlama adalah sinetron Tersanjung garapan Multivision Plus dengan masa tayang selama 7 tahun sejak tanggal 2 Januari 1998 sampai 17 Desember 2004 dengan jumlah 259 episode dan 7 musim. Sedangkan untuk sinetron dengan episode terbanyak adalah sinetron Cinta Fitri garapan MD Entertainment yang mencapai 1002 episode dalam 7 musim dengan masa tayang selama 4 tahun sejak tanggal 2 April 2007 sampai 8 Mei 2011.


Luar biasa ya, sinetron itu.
Lama-lama bisa jadi candu kan.
Saya juga agak sebel kok sama sinetron2 ini.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan mengenai sinetron di Indonesia:


1. Konten
Wah, isinya gak mutu banget.
Banyak sekali sinetron yang gak sesuai sama judulnya. Judulnya ngomong apa, isinya ngomong apa.
Misalnya dulu pernah ada Sinetron Misteri Gunung Merapi, tapi isinya tentang  para pendekar melawan dominasi mak Lampir. Ampun dah, Gunung merapinya sama sekali gak dicerittain.
Udah gitu, sinetron sebagian besarnya mengisahkan cinta2an, terus konflik, terus cintaan lagi, terus konflik lagi. Duhh..muall...
Udah gitu ada di Indosiar sinetronnya Multivisyen, yang membuat cerita rakyat dikemas dalam kehidupan modern, wah kacau....
Trus ada lagi yang temanya religius, tapi isinya cinta-cintaan, trus nangiiissss gak jelas. Dan malah ada yang dibungkus komedi, tapi gak masukk banget lawakannya. malah sedih ngeliatnya..


2. Pesan dan efek sampingnya
Wah, kadang lebih banyak efek sampingnya daripada pesannya.
Misalnya sinetron yang mengisahkan percintaan di dunia SMA. Lah, ini kayanya terinspirasi dari film ada Dengan Cinta, tapi cuma ngambil ampasnya. Di sinetron ini, isinya lebih sedikit menceritakan kehidupan SMA yg penuh dengan kreativitas (coba liat AADC dan Catatan Akhir Sekolah). Di sinetron anak SMA, dikisahkan tentang pacaran melulu, trus ada geng2 sekolah, trus banyak adegan berantemnya. Ihh..apaan tuh. Kan bisa meracuni anak2 sekolah jaman sekarang yak.
Trus ada lagi Sinetron cinta2an yg agak mellow. Isinya gak beres lagi, ada cewek yg tiap episode itu nangiisss melulu. Kayanya hidupnya sedih banget. Trus habis gitu berdoa, dan seolah-olah kalo nelangsa baru inget Tuhan. Waduhh...
Terus. Sekarang juga ada sinetron komedi situasi. Di dalemnya banyak lawakan2 yang gak jelas juntrungannya. Mending nayangin Ketoprak aja deh. Dan juga di sinetron macam ini, banyak pemeran yang dikesankan dari berbagai etnis dan dialek dari daerah-daerah di Indonesia. Ada orang Tegalnya, ada yg Batak, dll. udah gitu cara ngomongnya dibuat2 banget...
ckckckck...


3. Artis-artisnya
Masih inget para pemain jaman dulu gak? Kaya Roy marten, Sophan Sophian, Widyawati, rima melati, franns tumbuan, didi petet, dedy mizwar, cok simbara, mathias muchus, dll.
Mereka tu Ganteng dan cantiknya medium lah, tapi aktingnya bagus banget. Bisa mengangkat karakter yg mereka mainkan dan tayangan itu sendiri.
Tapi liat sinetron sekarang. Yang , yg (sok) ganteng n cantik2, badannya seksi2, klo cewe yg rambutnya panjang lurus, kalo cewe yang dicari tu wajah2 Indo. Udah gitu aktingya remukk..gak masuk blas..
Waduh2..


4. Episode
Dibuat panjang dan berlarut-larut..




Yah, semacam itu argumentasi saya tentang sinetron Indoenesia belakangan ini.
Maka dari itu mungkin para aktivis di TIM tergerak untuk melawan melalui gmbar dan tulisan.
Berikut gambar-gambarnya:



di samping tulisan ini ada pohon dan tiang yg solah2 lagi ngomong




deasy si hidung merah


 waduh sory, fotonya acak2an.
Aku seneng acara2 jaman dulu.
Yg anak2 kecil tontonannya kartun.
Trus buat anak sekolah ada seri edukasi dari TPI.
Trus sinetron keluarga cemara, mahabarata, dll.
Yah, gitulah.
Semoga nanti ada yang sadar, dan membuat tayangan-tayangan yang lebih mendidik.

Oke.
Sampai jumpaa..

Pameran Foto Bung Karno 2011


selamat siangg...
udah lama banget ga nge-blog, rasanya ga biasa ngetiknya :)

Hmm...
Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya di Jakarta, terutama berkaitan dengan hal-hal yang murah dan menyenangkan.
Petualangan kali ini adalah maen ke Taman Ismail Marzuki.

Berawal dari informasi yang didapat dari Osti, bahwa di TIM ada perayaan Bulan Bung karno(Juni 2011), ditambah lagi info dari fesbuk yang semakin menguatkan saya untuk maen ke sana.
Pertamanya hampir aja ga jadi, karena di Jakarta gag ada temen, hampir aja gak jadi berangkat ke TIM.
Tapi, setelah saya updet status di FB, eh...ternyata ada yang nyaut.
Yaitu Deasy si hidung merah.
Y udah deh hari itu juga (Minggu pertengahan Juni), kita ketemuan sekalian jalan2.
Berhubung Deasy lagi ada urusan di daerah kampung melayu, jadinya kita ketemuan di tengah2, yakni di halte busway Matraman.

Tidak beberapa lama menunggu, muncullah si deasy.
Sudah lama gak ktemu, bentukannya ya masih gitu2 aja lah..
Habis gitu, kita lanjut naik bus trans sampai Sarinah, turun dari situ naik Bajaj bayar 8ribu saja sampai ke Taman Ismail Marzuki di daerah Cikini, dalam 5 menit.

Setelah sampai di TIM, saya baru sadar bahwa:
1. kalo mau ke TIM jalan kaki, ternyata lebih dekat dari Gambir daripada dari Sarinah.
2. Ternyata TIM dan Planetarium itu jadi satu (selama ini kukira 2 tempat yg berbeda :)
3. Di dalem TIM ada IKJ.

huff...katrok banget ya...

Nah, pada bulan Juni ini, ada pameran foto bung karno, dalam rangka Bulan Bung Karno.
Kemarin saya dan deasy (sama osti juga pada hari yg berbeda ke sana).
Di pameran foto itu, dipajang foto-foto perjalanan hidup bung karno, putra Sang Fajar.

Kita ke pameran foto itu sudah cukup sore, sekitar jam 4an.
Deasy si hidung merah
baliho nilai2 Pancasila
Nah, begitu sampai TIM, di depan sudah menyambut baliho yg besar2, isinya tentang kata-bung Karno, Pancasila, dan beberapa penjelasan tentang pancasila.
Tidak hanya di TIM, ternyata panitia juga menempatkan baliho-baliho ini di titik-titik ramai seperti di tugu tani, Senen, dsb.

Oke, lanjut ke dalam.
Begitu masuk, kita dapat melihat patung Sukarno-Hatta, beserta beberapa memoar.
Setelah itu, kita melihat foto2 bung Karno muda di lorong pertama.
Setelah lorong foto pertama, kita memasuki ruang yang agak remang2.
Di situ ada patung dada bung karno yang dicat emas, serta beberapa kata beliau.

Habis dari situ, masuklah kita ke lorong ke tiga, yang berisi foto-foto bung karno pada masa2 proklamasi kemerdekaan.
Nampak di situ juga terpajang foto-foto founding-father kita.
Setelah melalui lorong ini, masuklah kita ke ruang film.
patung bung Karno
Di situ kita nonton pemutaran film dokumenter mengenai perjalanan hidup bung Karno, serta masa2 awal kemerdekaan ini.
Di ruang ini film diputer terus berulang-ulang. Satu seri kira2 lamanya 45 menit.
Sayangnya film ini berpengantar bahasa inggris, dan teksnya pun berbahasa Belanda. Jadinya kita ya cuma liat gitu aja, denngan menerka2 kontennya.
Lanjutt.
Memasuki lorong terakhir, yakni lorong yang berisi foto2 ketika Bung Karno menjadi Presiden di masa2 jayanya.
Tampak di situ juga foto-foto beliau dengan para pemimpin negara-negara sahabat revolusi. Para pemimpin negara jaman segitu cukup keren penampilannya. Selain itu mereka punya ideologi khas yg memperkuat karakter mereka.
Nah, tibalah kita di ujung lorong pintu keluar (yg merupakan pintu masuk juga).
Di sana ada yg jualan suvenir bung Karno, buku Di bawah Bendera Revolusi juga ada loh...
Hmm..dan yg g ketinggalan, di pintu keluar kita disuruh nulis pesan dan nama pada spanduk putih besar...yaudah nulis aja.
bung Karno & Castro bertukar peci
Bung Karno dan Nehru berbagi korek










Nahhh...Itu tadi kisah saya liat pameran foto bung Karno di TIM.
Dari situ, ada beberapa hal yg dapat saya petik:
1. Masih banyak yg suka (minimal ingin tahu) tentang sejarah bangsa, dan pendirinya, dilihat dari antusiasme pengunjung.
2. Ternyata acara tersebut digelar sangat apik oleh sebuah Partai Nasionalis, tanpa menampilkan atributnya secara terang-terangan. Hmm... kenapa dari dulu cuma partai ini yg mengadakan acara ini. Secara bung Karno kan Bapak bangsa, bukan Bapak Partai.
3. Masih perllunya diadakan acara-acara yang menggiring massa untuk mengenang sejarah serta penanaman nasionalisme.

Welll....
See you...
coretan saya
coretan Bung Karno