Sabtu, 11 Juli 2015

Sop Konro Daeng Tata




  



Selamat sore semua.
Yak, seklumit saya akan menceritakan pengalaman saya kemarin ketika makan Sop Konro.

Singkat cerita begini.
Di Jakarta ini saya sudah kepingin banget mencoba kedahsyatan rasa Sop Konro menurut kata orang.
Selama saya di Riau dulu, saya sudah beberapa kali mencicipi coto Makassar, namun sama sekali belum pernah yang namanya konro.
Kemudian saya browsing, dan menemukan dua kandidat tempat makan Sop Konro, yakni "Karebosi" dan "Daeng Tata". Yang belakang ini tidak buka cabang, dan telah saya tetapkan untuk saya kunjungi.

Kemarin malam saya berangkat setelah buka puasa. Sop Konro Daeng Tata terletak di Tebet, tepatnya di Jalan Abdulah Syafei. Tempatnya mudah ditemukan kok. Jika Anda dari arah Barat atau Kasablanka, lurus saja naik ke atas flyover yang mau ke Jl. Abdullah Syafei. Setelah turun, maka Bangunan di kiri jalan dengan papan nama "Mamink Daeng Tata" akan langsung terlihat.


Ketika saya masuk, jalannya cukup sempit, namun setelah masuk, ruangan cukup luas, bisa menampung sekitar 50 orang. Kami waktu itu memesan 2 menu andalan, yakni Sop Konro dan Tata Ribs/konro bakar.

Sebelum terlalu jauh, perlu sedikit kawan ketahui tentang Sop Konro.
Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis danMakassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuahwarna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwak yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.(wikipedia).
Konro sendiri, artinya adalah tulang, atau bisa saja melihat video dengan klik link di bawah :
http://mytrans.detik.com/video/2014/11/05/50/73/218/36439/apa-itu-konro

Sejarahnya sendiri berasal dari tahun 1960-an yang dipopulerkan oleh Pak Hanafing, lelaki yang berprofesi sebagai guru. Ia memulai usaha Sup Konro sekitar tahun 1962 di bawah sebuah tenda biru di dekat Lapangan Karebosi, Kota Makassar.

Kembali ke laptop.
Tidak beberapa lama kemudian, pesanan saya datang, yakni sop konro dan Tata Ribs.
Sop Konro ini persis seperti yang digambarkan orang. Pada Mangkoknya terdapat dua iga sapi dalam kuah khas konro. Rasa kuahnya itu antara soto dan rawon. Iga dapat kita iris untuk dimakan dagingnya dengan bantuan pisau yang telah disediakan. Dagingnya sangat empuk, dan cocok disantap dengan nasi. Bagi yang doyan kuah, jangan khawatir, karena hidangan sudah dilengkapi dengan kuah tambahan.
sop konro dan nasi
Tata Ribs

Menu ke 2 adalah Tata Ribs. Makanan ini dalah 2 iga sapi yang dibakar dan disiram bumbu. Dari penampakannya mengingatkan saya akan Iga Bakar Djogja. 
Bumbu yang disiram pada iga, sekilas nampak seperti bumbu lada hitam, namun setelah saya coba, ternyata adalah kuah kacang yang rasanya manis seperti bumbu sate madura. Kombinasi rasa yang unik.
Namun menurut saya, Tata Ribs tidak seempuk Sop Konro tadi. Mungkin Sop Konro lebih empuk karena daginya direbus.

harga 2 item tadi sama, yakni 50 ribuan (plus pajak). Sebenarnya banyak menu lain di sini yang belum saya coba, seperti ikan bakar dabu-dabu, es pallubasa, dan Sop Saudara.
Mungkin jika Tuhan berkenan, saya akan mencobanya di lain kesempatan.


Itulah tadi sekilas kisah seru saya makan sop konro. Selain Makanan khas seperti Sop Konro dan Coto, Bumi Sulawesi Selatan juga memiliki tokoh-tokoh bangsa yang cukup terkenal. Tokoh-tokoh seperti Sultan Hasanudin, Andi mallarangeng, dan Jusuf Kalla, berasal dari sana. Entah kebetulan atau tidak, ketiga tokoh barusan memiliki sifat yang sama, yakni Berani dan pandai (bersiasat).

Ambil contoh pak Jusuf Kalla (JK), yang kini menjadi wakil presiden kita. Beliau adalah satu-satunya orang yang pernah 2 menjabat wakil presiden, untuk 2 presiden yang berbeda, ketika jaman SBY dan era Jokowi. Dan dua-duanya, beliau maju tidak dimotori oleh Partainya, yakni Golkar.
Opo rak sangar kui ndess...
Beliau seorang alumni HMI yang bisa mendampingi presiden dalam menjalankan fungsinya, walaupun HMI-nya sendiri selalu kontra terhadap kebijakan Presiden Jokowi.
Luar biasa sekali, entah apalagi manuver beliau dalam era pemerintahannya ini??
Yah itulah pak JK dengan kesahajaannya dan kepiawaian politiknya. Mari kita sebagai "Rakyat" yang pernah memilih Presiden, mengawal kebijakan dan tingkah polah beliau.

sekian, selamat menanti berbuka puasa.


Minggu, 05 Juli 2015

Nurut Ikut Qunut

Alhamdulillah, puasa sudah memasuki hari ke-18, dan kebetulan hari minggu.
Setelah seharian penuh berpuasa dan diiringi ibadah siang hari (power-nap), akhirnya datang juga saat berbuka.
Setelah itu, biasa lah lanjut salat tarawih. Biasanya saya salat tarawih di kantor, namun berhubung sabtu-minggu, maka salat tarawih di kantor ditiadakan.
Akhirnya saya memutuskan untuk salat tarawih di kantornya Randy.

Sebenernya salat di sini tak ada ubahnya seperti salat2 lain di kota ini. Masuk, tunggu sebentar, salat Isya, kultum, salat tarawih, salat witir, penutup.
Ada yang menarik kali ini.
Selain karpetnya yang agak berdebu, yangh membuat saya tertarik adalah Qunut.
Ya, Imam mebaca kultum pada rakaat ketiga, setelah bangkit dari rukuk.


Seperti kita ketahui, doa Qunut adalah doa yang dipanjatkan Imam pada rakaat kedua Sholat Subuh.
Ada beberapa mahzab tentang Qunut ini. Ada yang bilang sunah, ada yang bilang tidak sunah.Penerapannya juga beragam. Ada yg bilang hanya pada waktu subuh saja, ada yang membolehkan pada saat witir 10 hari terakhir, ada yang sudah melakukan sejak 16 Ramadhan, dst.

Nah, kalu menurut pendapat saya begini:
Pertama, unsur dari ibadah salat adalah bacaan salat, gerakan salat, dan ayat AlQuran.
Kalau Qunut itu menurut saya adalah doa. Sejauh yang saya ketahui yang namanya doa itu dilakukan sebelum atau setelah salat.

Ke dua, isi dari Bacaan Qunut adalah memohon petunjuk, memohon terhindar dari malapetaka, dan puji2an. Ketiga hal tersebut sebenarnya sudah kita sebut di awal2 salat, yakni pada saat membaca surat Alfatihah, yang isinya kurang lebih seperti yg di atas.

Ke tiga. Ketika berdoa Qunut, imam mengangkat tangan dan jamaah diharap mengikuti. Nah, sebenarnya gerakan tambahan tersebut bukan gerakan salat, tapi sudah sering dilakukan. Tapi nanti bakal ada yg bilang gini "Mending angkat tangan lah, daripada garuk2" (nah lo).

Finally, jika kita sudah ada dalam jamaah, trus imamnya baca Qunut gimana? Y sudah kita ikut aja, nurut. Tapi yang saya lakukan tadi sekedar berdiri mematung, tanpa ikut angkat tangan, hanya mengamini dalam hati. Sekilas kasihan juga mereka yg tidak ikut doa Qunut tapi malah jadi tidak khusyuk gara2 yg lain melakukannya.

Singkatnya, untuk menengahi ini, jika ada pertanyaan : "Membaca doa Qunut dalam Salat itu boleh tidak?
Jawab aja : " Baca boleh, engga juga gakpapa, yang gak boleh itu kalo tidak salat :)"

Gitu aja kok repot -GusDur-

Wallahualam...

Jumat, 03 Februari 2012

2012, let's write...!!!

oke bro.
sorry bgt udah lama gak posting.
yah, gimana yah, sekarang udah mulai pusing2 kerjaan.
ditambah lagi udah gbs lagi ngenet di rumah, soalnya saya udah ngekost.

Yup..
Sekarang saya sdh tidak berada lagi di tanah Jawa.
Sekarang saya merantau ke Sumatera, tepatnya di Pekanbaru, Kota Bertuah. Yg masih masuk provinsi Riau, bumi lancang Kuning.
hehehe...
Sejak Agustus 2011 bro..
Ya ampuuunnn....
Udah banyak banget petualangan kuliner yg saya lakukan, tapi gak sya share di sini.
Yah, maklum, satu2nya koneksi internet yang bisa digunakan adalah di kantor, dan gak sempet juga ngenet waktu jam kerja.

Insya Allah, saya niati lagi posting pas hari Sabtu.
Sabtu dimana para pegawai melakukan lembur ke kantor, yang hukumnya "mubah" (mudah2an berhadiah).
Iya loh, karena:
1. Hari Sabtu kantore sepi, gak ada Bos, gak ada tamu, jadinya rasanya sangat nyaman buat kerja.
2. Koneksi  internet tetep jalan, jadi bisa browsing dan donlot sepuasmu dan kuenceenggggg....
3. Dan yg paling penting....biasanya dapat free lunchh.....yeyy....

Nah, begitulah intinya saya mau posting lagi.
Tapi kayanya ntar alurnya maju mundur yah, moohon dimaafkan.
Oke dah klo begitu.
Klo saya lupa mohon diingatkan.
Terima kasihh...

Salam khatulistiwa..!!

Rabu, 29 Juni 2011

Mbelah Durian di Mangga Besar


Malam minggu habis gajian bulan Juni.
Berjalan-jalanlah saya ke Jakarta bersama Osti.
Dan seperti yang sudah direncanakan, kita wajib makan durian di JalanMangga Besar.

Dari Cikini kita naek Taxi ke mangga besar lewat jalan gajah mada.
Di daerah ini, selain banyak pramunikmat, juga banyak makanan yang nikmat, salah satunya adalah durian.
Nah, kita berhenti di warung pertama yang kita lihat, yaitu warung Bukit Durian punya koh Jan Kie.
Di warung ini pengunjungnya rame, karena duriannya macam2.
Ada durian Sumatra, Bangkok, dan Monthong.
Kalo durian monthing buahnnya gede dan harganya seratusan ke atas (sudah ada labelnya).
Nah, kita milih durian Sumatra yang besar.
Harganya 40 ribu, tapi kalau beli 3 harganya sratus ribu saja.

Hmm....rasane enak banget..
Jadi durian sumatera itu dagingnya tebal dan kalo digigit bisa mengelupas semuaa dari bijinya, g seperti durian Semarang yang lengket.
Pokoke enak banget lah.
Dan di warung ini sedia jasa unntuk take home dengan dkupasin dan dibungkus wadah styrofoam.
Suasananya juga enak, diwarung tenda yg terbuka gitu.
Sayang, saya dan osti sebelum ke sini sudah makan dulu, jadinya cuma bisa makan satu durian.
Dan buat yang habis jalan-jalan, tenang aja. Tiap weekend, warung di sini buka sampai dini hari kok..

Yup..
hanya ilustrasi :)
Kapan-kapan ke sini lagi..
Ahoyy...

TIM melawan Sinetron


ONE NATION UNDER SINETRON.
Begitulah kira2 yang tertulis di tembok belakang taman Ismail Marzuki.
Masih dalam acara di TIM, saya sempatkan jalan-jalan ke halaman belakang.
Eh, malah nemu grafiti kaya gituan.
udah gitu banyak lagi..
Nampaknya para aktivis TIM sedang berorasi lewat media visual untuk melawan arus sinetron.
Memang sih, Sinetron di Indonesia sekarang sedang menggila, tiddak heran kalau hal ini menimbulkan keresahan pada beberapa kalangan di tanah air.

Menurut wikipedia, Sinema elektronik atau lebih populer dalam akronim sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan olehstasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela.
Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh-tokoh yang memiliki karakter masing-masing. Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih, tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh penulis skenario.
 Hingga kini, sinetron Indonesia terlama adalah sinetron Tersanjung garapan Multivision Plus dengan masa tayang selama 7 tahun sejak tanggal 2 Januari 1998 sampai 17 Desember 2004 dengan jumlah 259 episode dan 7 musim. Sedangkan untuk sinetron dengan episode terbanyak adalah sinetron Cinta Fitri garapan MD Entertainment yang mencapai 1002 episode dalam 7 musim dengan masa tayang selama 4 tahun sejak tanggal 2 April 2007 sampai 8 Mei 2011.


Luar biasa ya, sinetron itu.
Lama-lama bisa jadi candu kan.
Saya juga agak sebel kok sama sinetron2 ini.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan mengenai sinetron di Indonesia:


1. Konten
Wah, isinya gak mutu banget.
Banyak sekali sinetron yang gak sesuai sama judulnya. Judulnya ngomong apa, isinya ngomong apa.
Misalnya dulu pernah ada Sinetron Misteri Gunung Merapi, tapi isinya tentang  para pendekar melawan dominasi mak Lampir. Ampun dah, Gunung merapinya sama sekali gak dicerittain.
Udah gitu, sinetron sebagian besarnya mengisahkan cinta2an, terus konflik, terus cintaan lagi, terus konflik lagi. Duhh..muall...
Udah gitu ada di Indosiar sinetronnya Multivisyen, yang membuat cerita rakyat dikemas dalam kehidupan modern, wah kacau....
Trus ada lagi yang temanya religius, tapi isinya cinta-cintaan, trus nangiiissss gak jelas. Dan malah ada yang dibungkus komedi, tapi gak masukk banget lawakannya. malah sedih ngeliatnya..


2. Pesan dan efek sampingnya
Wah, kadang lebih banyak efek sampingnya daripada pesannya.
Misalnya sinetron yang mengisahkan percintaan di dunia SMA. Lah, ini kayanya terinspirasi dari film ada Dengan Cinta, tapi cuma ngambil ampasnya. Di sinetron ini, isinya lebih sedikit menceritakan kehidupan SMA yg penuh dengan kreativitas (coba liat AADC dan Catatan Akhir Sekolah). Di sinetron anak SMA, dikisahkan tentang pacaran melulu, trus ada geng2 sekolah, trus banyak adegan berantemnya. Ihh..apaan tuh. Kan bisa meracuni anak2 sekolah jaman sekarang yak.
Trus ada lagi Sinetron cinta2an yg agak mellow. Isinya gak beres lagi, ada cewek yg tiap episode itu nangiisss melulu. Kayanya hidupnya sedih banget. Trus habis gitu berdoa, dan seolah-olah kalo nelangsa baru inget Tuhan. Waduhh...
Terus. Sekarang juga ada sinetron komedi situasi. Di dalemnya banyak lawakan2 yang gak jelas juntrungannya. Mending nayangin Ketoprak aja deh. Dan juga di sinetron macam ini, banyak pemeran yang dikesankan dari berbagai etnis dan dialek dari daerah-daerah di Indonesia. Ada orang Tegalnya, ada yg Batak, dll. udah gitu cara ngomongnya dibuat2 banget...
ckckckck...


3. Artis-artisnya
Masih inget para pemain jaman dulu gak? Kaya Roy marten, Sophan Sophian, Widyawati, rima melati, franns tumbuan, didi petet, dedy mizwar, cok simbara, mathias muchus, dll.
Mereka tu Ganteng dan cantiknya medium lah, tapi aktingnya bagus banget. Bisa mengangkat karakter yg mereka mainkan dan tayangan itu sendiri.
Tapi liat sinetron sekarang. Yang , yg (sok) ganteng n cantik2, badannya seksi2, klo cewe yg rambutnya panjang lurus, kalo cewe yang dicari tu wajah2 Indo. Udah gitu aktingya remukk..gak masuk blas..
Waduh2..


4. Episode
Dibuat panjang dan berlarut-larut..




Yah, semacam itu argumentasi saya tentang sinetron Indoenesia belakangan ini.
Maka dari itu mungkin para aktivis di TIM tergerak untuk melawan melalui gmbar dan tulisan.
Berikut gambar-gambarnya:



di samping tulisan ini ada pohon dan tiang yg solah2 lagi ngomong




deasy si hidung merah


 waduh sory, fotonya acak2an.
Aku seneng acara2 jaman dulu.
Yg anak2 kecil tontonannya kartun.
Trus buat anak sekolah ada seri edukasi dari TPI.
Trus sinetron keluarga cemara, mahabarata, dll.
Yah, gitulah.
Semoga nanti ada yang sadar, dan membuat tayangan-tayangan yang lebih mendidik.

Oke.
Sampai jumpaa..

Pameran Foto Bung Karno 2011


selamat siangg...
udah lama banget ga nge-blog, rasanya ga biasa ngetiknya :)

Hmm...
Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya di Jakarta, terutama berkaitan dengan hal-hal yang murah dan menyenangkan.
Petualangan kali ini adalah maen ke Taman Ismail Marzuki.

Berawal dari informasi yang didapat dari Osti, bahwa di TIM ada perayaan Bulan Bung karno(Juni 2011), ditambah lagi info dari fesbuk yang semakin menguatkan saya untuk maen ke sana.
Pertamanya hampir aja ga jadi, karena di Jakarta gag ada temen, hampir aja gak jadi berangkat ke TIM.
Tapi, setelah saya updet status di FB, eh...ternyata ada yang nyaut.
Yaitu Deasy si hidung merah.
Y udah deh hari itu juga (Minggu pertengahan Juni), kita ketemuan sekalian jalan2.
Berhubung Deasy lagi ada urusan di daerah kampung melayu, jadinya kita ketemuan di tengah2, yakni di halte busway Matraman.

Tidak beberapa lama menunggu, muncullah si deasy.
Sudah lama gak ktemu, bentukannya ya masih gitu2 aja lah..
Habis gitu, kita lanjut naik bus trans sampai Sarinah, turun dari situ naik Bajaj bayar 8ribu saja sampai ke Taman Ismail Marzuki di daerah Cikini, dalam 5 menit.

Setelah sampai di TIM, saya baru sadar bahwa:
1. kalo mau ke TIM jalan kaki, ternyata lebih dekat dari Gambir daripada dari Sarinah.
2. Ternyata TIM dan Planetarium itu jadi satu (selama ini kukira 2 tempat yg berbeda :)
3. Di dalem TIM ada IKJ.

huff...katrok banget ya...

Nah, pada bulan Juni ini, ada pameran foto bung karno, dalam rangka Bulan Bung Karno.
Kemarin saya dan deasy (sama osti juga pada hari yg berbeda ke sana).
Di pameran foto itu, dipajang foto-foto perjalanan hidup bung karno, putra Sang Fajar.

Kita ke pameran foto itu sudah cukup sore, sekitar jam 4an.
Deasy si hidung merah
baliho nilai2 Pancasila
Nah, begitu sampai TIM, di depan sudah menyambut baliho yg besar2, isinya tentang kata-bung Karno, Pancasila, dan beberapa penjelasan tentang pancasila.
Tidak hanya di TIM, ternyata panitia juga menempatkan baliho-baliho ini di titik-titik ramai seperti di tugu tani, Senen, dsb.

Oke, lanjut ke dalam.
Begitu masuk, kita dapat melihat patung Sukarno-Hatta, beserta beberapa memoar.
Setelah itu, kita melihat foto2 bung Karno muda di lorong pertama.
Setelah lorong foto pertama, kita memasuki ruang yang agak remang2.
Di situ ada patung dada bung karno yang dicat emas, serta beberapa kata beliau.

Habis dari situ, masuklah kita ke lorong ke tiga, yang berisi foto-foto bung karno pada masa2 proklamasi kemerdekaan.
Nampak di situ juga terpajang foto-foto founding-father kita.
Setelah melalui lorong ini, masuklah kita ke ruang film.
patung bung Karno
Di situ kita nonton pemutaran film dokumenter mengenai perjalanan hidup bung Karno, serta masa2 awal kemerdekaan ini.
Di ruang ini film diputer terus berulang-ulang. Satu seri kira2 lamanya 45 menit.
Sayangnya film ini berpengantar bahasa inggris, dan teksnya pun berbahasa Belanda. Jadinya kita ya cuma liat gitu aja, denngan menerka2 kontennya.
Lanjutt.
Memasuki lorong terakhir, yakni lorong yang berisi foto2 ketika Bung Karno menjadi Presiden di masa2 jayanya.
Tampak di situ juga foto-foto beliau dengan para pemimpin negara-negara sahabat revolusi. Para pemimpin negara jaman segitu cukup keren penampilannya. Selain itu mereka punya ideologi khas yg memperkuat karakter mereka.
Nah, tibalah kita di ujung lorong pintu keluar (yg merupakan pintu masuk juga).
Di sana ada yg jualan suvenir bung Karno, buku Di bawah Bendera Revolusi juga ada loh...
Hmm..dan yg g ketinggalan, di pintu keluar kita disuruh nulis pesan dan nama pada spanduk putih besar...yaudah nulis aja.
bung Karno & Castro bertukar peci
Bung Karno dan Nehru berbagi korek










Nahhh...Itu tadi kisah saya liat pameran foto bung Karno di TIM.
Dari situ, ada beberapa hal yg dapat saya petik:
1. Masih banyak yg suka (minimal ingin tahu) tentang sejarah bangsa, dan pendirinya, dilihat dari antusiasme pengunjung.
2. Ternyata acara tersebut digelar sangat apik oleh sebuah Partai Nasionalis, tanpa menampilkan atributnya secara terang-terangan. Hmm... kenapa dari dulu cuma partai ini yg mengadakan acara ini. Secara bung Karno kan Bapak bangsa, bukan Bapak Partai.
3. Masih perllunya diadakan acara-acara yang menggiring massa untuk mengenang sejarah serta penanaman nasionalisme.

Welll....
See you...
coretan saya
coretan Bung Karno

Kamis, 07 Oktober 2010

ada hiu makan orang, ada pula orang makan hiu

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya mencoba satu jenis kuliner yang sebenarnya tidak baru tetapi saya baru tertarik untuk mencobanya belakangan ini. Bermula dari osti yang pengen banget nyobain hiu karena rasa penasarannya dan karena dia nonton liputan kuliner di hiu. Hmmm,, makanan itu adalah hiu, yuupp, ikan hiu!

Akhirnya siang itu kami memutuskan untuk makan siang dengan menu ikan hiu. Bermodal ingatan pernah ngeliat warung hiu di gajah mada, kami pun meluncur ke jalan gajah mada tapi warungnya sudah tidak ada. Puter sana-sini akhirnya ketemu juga tuh tempat yang jual hiu. Lokasinya di pujasera di pusat kota Semarang, nama pujaseranya Manggala.

Siang-siang, panas-panas, kami pesan dua jenis masakan hiu, tongseng dan bakar ditambah ca kangkung, nasi putih, sambel dan tentu saja es teh. Hmm,, perlahan tapi pasti rasanya mulai kerasa di lidah. Rasanya memang beda dari ikan-ikan yang pernah saya makan. Dagingnya lembut, dan agak menggigit di lidah. Saya lebih suka rasa hiu yang ditongseng, bumbunya mampu menambah enaknya daging si hiu.

Enak, enak tapi porsinya kecil dan harganya cukup mahal untuk kantong anak kuliahan seperti saya. Lain kali emang harus dicoba menu hiu di warung lain. Tapi jenis makanan ini memang oke punya untuk jadi menu makan siang atau makan malam yang spesial.

Yahh,, itu dia, ada hiu makan orang, ada pula orang makan hiu.
Selamat mencoba!

Rabu, 15 September 2010

Nikmatnya makan siang dengan nasi gandul...

Masih dalam suasana pasca lebaran ini, setelah nyekar di Pati kami sekeluarga muter2 di kota Pati.
Jujur, ga ada yg menarik dari kota ini ;p
Tapi, masih ada satu rahasia kota Pati yaitu kulinernya, yakni Nasi Gandul.
Sip, langsung aja kita nyari nasi gandul.

Perlu kita ketahui bahwa nasi gandul merupakan nasi berkuah santan dengan lauk potongan daging sapi/kerbau.
Menu nasi Gandul ini lezat untuk menu makan siang, so kalau ke Pati jangan kepagian, warungnya belum pada buka.
Di Pati, ada desa tempat lahirnya nasi gandul, yaitu desa Gajahmati.
Di desa ini banyak sekali yang jual nasi gandul.
Tempatnya g susah kok dicari.
Pertama, kita menuju ke Alun2.
Habis itu, kita masuk ke Jalan Pahlawan, terus aja ke arah Rembang.
Tidak  lama setelah kita masuk ke jalan itu, ada pertigaan, ambil kanan menuju ke arah terminal.
Kalo udah sampai terminal, tanya aja ke arah pom bensin terdekat, letaknya di belakang terminal.
Nah, di sebelah pombensin, ada pusat jajanan nasi gandul, yang terdiri dari beberapa kios penjual nasi gandul.

Saya sarankan, di situ ke kiosnya pak Laspin.
Pak Laspin sudah terkenal dan pernah masuk Suara Merdeka, karena dia sudah buka cabang banyak banget.
Nah, langsung aja kita duduk dan pesen.
Kalau di sini, penjualnya langsung ngasi satu porsinasi+kuah+lemak daging.
Lho, kok ga da lauknya?
Tenang aja, lauknya ambil sendiri di depan kita.
Ada tempe, perkedel, telur, jeroan, dan kikil.
Ntar tinggal bilang, trus lauknya ntar dipotong2 ke dalam piring.
Satu porsi nasi gandul kurang lebih 4ribu, ditambah kami pesen kikil yang ukurannya cukup besar, cukup untuk 4 orang, harganya 25ribu per kikil.

Wuah, seger banget nasi gandul siang2, khas Pati, di Pati pula.
Hmmm..wuenak tenann..
Jayalah Kuliner Indonesia..!!

Bagi yang butuh resepnya:
 http://www.effiharyanti.com/resep-nasi-gandul-dari-pati/




Senin, 13 September 2010

Nyekar di makam Puri, Pati

Masih dalam suasana lebaran ini, tak akan pernah terlupa hangatnya tali silaturahim, nikmatnya ketupat+opor, dan segenap rangkaiannya.
Sebelum terlupa dan mumpung ada kesempatan, sedikit akan bercerita tentang agenda lebaran tahun ini.
Pada hari H lebaran, setelah acara makan2, tiba2 sebeh bilang, kepengen nyekar (ziarah kubur) ke makam eyang yang ada di Pati.
Menurut beliau, di Pati terdapat makam sodara2nya sebeh dari keturunan ibunya.
Jadi dalam satu makam itu ada beberapa kuburan kerabat kami, seperti omnya sebehku, trus kakek-neneknya dari garis ibunya sebeh..(rumit banget njelasinnya).
Wes, pokoknya gitulah.

Tidak lama setelah Lebaran, tepatnya H+3, kami sekeluarga berangkat ke kota Pati.
Sempat terpikir jalanan bakal macet, tapi alhamdulillah jalanan lancar.
Setelah 2,5 jam perjalanan, sampailah kita di kota Pati.
Begitu masuk kota, langsung menuju ke pemakaman Puri Mardi Utomo.
Letaknya tidak jauh dari pusat kota Pati.

Setelah sampai di sana, kondisinya tidak seramai di kuburan bergota, Semarang.
Di depan makam, kita akan disambut gerbang yang besar warnanya ijo, yang bentuknya kaya gerbang keraton.
Di atas gerbang itu ada tulisan yg ditorehkan di atas marmer yang bunyinya: "POERI MARDI OETOMO, JUNI 1929."
Wah, makamnya udah berdiri sejak lama.
Pemakaman ini suasananya sepi, karena yg dikuburkan di sini bukan sembarang orang.
Komplek pemakaman ini berisi jenazah para pembesar2 Pati jaman dulu, seperti keluarga residen, keluarga bupati, keluarga wedana, dll.

Bukan pertama kali ini aku ke makam ini.
16 tahun yang lalu pas masih SD, aku inget pernah ke sini.
Nganterin pemakamannya eyang Pratikno, omnya sebehku.
Tapi, yang dimakamkan bukan jenazahnya, tapi abunya, iya abu bekas pembakaran jenazah almarhum.
Jadi, dulu eyang Pratikno berwasiat kalau dia meninggal, supaya dimakamkan di Pati, dan supaya tidak repot, jenazahnya minta dibakar saja.
Nah, jadi makam tujuan keluarga kami itu hanya berisi abu.
Di sebelah makam eyang Pratikno, terdapat makam pendahulu2 beliau sebanyak 4 makam, yang bernaung di bawah satu atap.
Angka tahunnya tua2, ada yang meninggal tahun 1945, kata sebehku meninggal karena berjuang, namun tidak pernah dicatat sebagai pahlawan.
Nah, yang lebih unik lagi, dalam satu-atap makam2 itu, ada ubin marmer yang diukir kalimat berbahasa Jawa.
Tulisannya udah g begitu jelas: "bla..bla...bla..Nunggal Kamuksan".
Yang artinya kurang lebih: "Para pendahulu jenazah2 ini meninggal dengan cara muksa".
Muksa adalah cara meninggal orang2 sakti jaman dulu, yakni dengan menghilang dengan jasadnya sekaligus untuk menyatu dengan alam, menuju akhirat.
Hiiy...keluarga yg aneh..

Yups, sudah dari makam eyang Prat, yang kebetulan letaknya tidak jauh dari gerbang, sebeh mengajak kami untuk masuk lebih ke dalam.
Ternyata dia pengen mencari makam eyang buyutnya.
Setelah beberapa lama, makam kuno itu ketemu.
Sebenarnya patokannya mudah, yakni pohon randu, tapi pohonnya udah tinggal separo, jadi agak susah nyarinya.
Makam kuno itu emang bener2 kuno, karena keliatannya terbuat dari batu candi dan udah setengah berantakan.
Ada 4 makam berjajaran, dan setelah ditanyakan ke juru kunci, makam itu adalah makam Residen Pati, nenek moyangku.ckckck..ajib bener.


Nah itu tadi, wisata ke makam yg aku golongkan ke wisata religi.
Jasmerah..Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.
Sebagai manusia nusantara, kita harus tahu silsilah keluarga kita, para pendahulu kita.
Supaya kita dapat menghargai para almarhum, menghargai diri sendiri, dan menghadiri kehidupan..

Salam....

Jumat, 23 Juli 2010

Hangatnya soto kudus, asli dari Kudus.. (seri Jalan2 ke Jatim)

Akhirnya hari H tiba.
25 Juni 2010, hari Jumat.
Pagi2 berangkat dari rumah jam 6.30 menuju Surabaya.
Naiknya Daihatsu Taruna diisi full: aku, rendix, sebeh, semeh, eyang, om Ndut, dan Atha.
Waaaww.., 1 mobil diisi penuh 6 1/2 orang, plus barang2..
(coba bayangya...)
Plus yang tambah bikin kaget adalah adanya pengumuman kalau tidak ada sarapan sebelum sampai Kudus.
Anjriitt..

Perlu diketahui bahwa kita ambil jalur pantura, yaitu lewat Terboyo-Demak-dst.
Padahal yo kalau dipikir2, rumahku itu udah perbatasan Semarang-Mranggen, tapi jalannya lebih enak lewat pantura.

Yawes, kembali ke masalah sarapan.
Aku ini orangnya paling sebel kalau perjalanan tanpa sarapan dulu, soalnya bisa mual buanget, bisa muntah.
Tapi tenang, bekal pizza-mie yang dibuat semalam cukup bisa mengganjal..

Perjalanan pagi itu cukup sepi, dan juga jalannya bagus.
Dan setelah kira2 1,5 jam perjalanan, sampailah kita di Kota Kudus, kota setelah Demak dalam perjalanan ini.
Ternyata ada alasan kita menunda saarapan, yaitu mau makan Soto Kudus, asli di Kudus.

Jadi kalau ke Kudus, ada sentra masakan khas Kudus, yaitu di Taman Bojana, di dekat alun2, sebelahnya mall gede (ga usah kuatir, semua orang situ juga tau kok).
Nah, pas aku ke situ, mampir di gerainya (ciee..gerai..) pak H. Sulichan, tempatnya begitu masuk, belok kanan, masih termasuk bagian depan.
Di sana bentuknya khas banget, ada pikulannya segala.

Nah, kalau di tempat ini, yang namanya jualan soto Kudus pasti juga jualan nasi pindang khas Kudus.
Tapi menu pertamaku tetep soto dulu, biar seger.
Jadi, pertama kali ditawarin kita mau pake daging apa, ayam atau kebo, dan aku milih kebo.
Btw, daging ayam sama daging kebo sama enaknya kok.
Soto Kudus ini beda banget sama soto kebanyakan di Semarang, tapi apa bedanya aku g bisa jelasin, soalnya saking semangatnya makan, sampe lupa diri (maklum, belum sarapan).
Lebih jelasnya liat aja gambar..

Habis semangkok soto, jadi penasaran pengen nyicipin nasi pindang.
Y wes, pesen aja nasi pindang.
Liat tampilannya dan mencicipi citarasanya secara sekilas, kita dapat berkesimpulan cepat bahwa sajian ini adalah persilangan antara rawon dan soto.
Tapi, sesungguhnya, nasi pindang adalah sajian yang sangat unik.
Bedanya kuah nasi pindang memakai santan, sedangkan rawon tidak.
Dan pindang punya kekhasan dengan memakai daun melinjo.
Nah, kalau makan nasi pindang, biasanya lebih enak kalau dicampur jerohan.
Selain jeroan, ada beberapa lauk lain yang disajikan di meja.
Ada brutu, sayap, sate, tempe-tahu-perkedel, krupuk rambak, dan yang paling mahal adalah otak goreng.
Pokoke mak nyuss..lah.
Kalau ke Kudus, saya rekomendasikan untuk mampir ke sini.

Habis acara sarapan (yang terlambat) selesai, lanjut perjalanan menuju Pati dan terus sampai Surabaya.
Sekian dulu.
Dan bagi yang pengen resep makanan di atas, silakan klik aja:

Soto Kudus: http://www.melroseflowers.com/mkic/resep/kuah/soto_kudus.html
Nasi Pindang: http://cuek.wordpress.com/2008/04/17/pindang-kudus/

Masnya nampang..hehe..

Kamis, 22 Juli 2010

Jalan2 ke JATIM

test..
Ehm...
Kemarin habis nonton film Inception.
Di salah 1 adegannya ditanyakan: "kamu inget, awal mulanya kamu bisa sampai ada di sini?'.
Nah, dari situ aku langsung keinget, kalo udah lama ga ngeblog lagi (nyambung g sih?).
Lha ini mumpung inget, ternyata selama waktu ini, banyak banget rekaman jalan2 yang belum aku post ke blog.
Keburu lupa, makanya pengen aku tulis.

Kai ini, aku mau posting tentang jalan2ku bareng keluarga ke Jawa Timur.
Jawa Timur, belum pernah kita sekeluarga jalan2 ke sana.
Terakhir 4 tahun lalu pas nganter sodara kawinan.
Itupun aku pas g ikut, dan rombonganmya nyewa bis, dan g sempat mampir kemana2.
Maka dari itu, perjalanan ini harus direncanakan dengan matang.

Tanggal 25-27 Juni 2010...!!!
Tegas, jelas, dan wagu, begitulah tanggal yang ditetapkan oleh sebeh.
Kenapa jelas? Karena tanggal itu pas liburran sekolah, seminggu setelah anak sekolah pada rapotan.
Kenapa wagu? Karena pas liburan sekolah, biasanya rame dan padat sekali di tempat2 wisata, terutama tanggal tersebut adalah weekend.
Terus, habis itu kita tentukan target tujuan perjalanan.
Standar Jalan2 ke Jawa Timur, biasanya daerah wisata yang dituju adalah Surabaya, gunung Bromo, dan Malang.
Ya wes, akhirnya kita ke situ aja.
Habis itu supaya kita enak di tak sarankan, kita harus siap semua informasi.
Rute, tujuan wisata, jarak tempuh, hotel, sampai kulinernya sekalian harus kita cari.
Siapkan semuanya dan...berangkat...

 
Oke, lanjut ke postingan selanjutnya ya..
caw.. 

Rabu, 16 Juni 2010

Pantai Teluk Penyu



Libur natal tahun 2009 keluarga saya memutuskan untuk plesiran ke Pangandaran.
Berhubung sebeh dinasnya di purwokerto, jadi kami naik bertiga (aku, semeh, adik) naik travel berangkat dari semarang ke purwokerto.
Sampai di sana pagi2, trus transit di rumah dinas.
Habis mandi n beres2, semua berangkat naik mobil dinas menuju pangandaran, lewat cilacap.


Di perjalanan, kami memutuskan untuk mampir di pantai teluk penyu.
Kata sebeh, ada restoran seafood yang enak di pinggir pantai, jadi kami tertarik untuk mampir di sana.
Perjalanan dari masuk kota sampai pantai cukup singkat.
Ke pantai juga gampang, tinggal liat papan tanda, atau tanya ke semua orang lewat juga tau.


Kawasan Pantai Teluk penyu Terletak di Kecamatan Cilacap Selatan dengan jarak 2 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.

Kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan) dengan panorama gelombang laut yang cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional yang berlalu lalang di sepanjang pantai Teluk Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai.


Berbagai makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang pantai dan dengan mudah dapat dijumpai dan selalu dekat dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari hingga tengah malam.


Setelah masuk gerbang pantai (bayar 2 ribuan), langsung bisa liat pantai.
Habis masuk, mobil menyusuri pantai ke arah Barat.
Di sepanjang pantai itu, berjajar buanyak buanget restoran sea food.
Kami memilih langganan sebeh yang paling ujung.
Kalau ga salah namanya restorang Sari Laut, ciri2nya ada aquarium yg isinya ikan2 laut.
Resto ini cukup terkenal, karena sering pergantian pejabat instansi2 lokal, dirayakan di sini.


Resto Sari Laut yang terkenal adalah kepiting, tapi berhub yg doyan cuma aku, jadinya g jadi pesen.
Saat itu kami pesen ikan bakar, kerang, udang, dan cumi.
Ga mahal kok, paling per porsinya 20 ribuan.
Trus ikan2nya masih pada seger..
Wuahh...
uennaakk buangett...






Dari jendela resto itu, kita bisa langsung liat pantai dan merasakan anginnya.
Jadi habis makan, aku putuskan untuk nyemplung ke pantai.
Pantai ini cukup sepi, jadinya g banyak orang.
Selain itu, pas kita dateng ke pantai, pas g musim nyari ikan.
Jadi, banyak perahu2 bersandar di pantai.



Huff..
Akhirnya habis sholat zuhur, kami meninggalkan TKP, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran.
Tak pikir2, harusnya waktu itu kalau dari pantai teluk penyu, kan lebih deket kalau naik perahu ke pangandaran ya..
:)